KENDARI, AKSAKATASULTRA.ID
Tiga organisasi di Sulawesi Tenggara, yaitu Aliansi Mahasiswa Merdeka (AMM), Gerakan Mahasiswa Anti Penindasan (Gempa), dan Lingkar Aktivis Jaringan Untuk Reformasi Nasional Indonesia (Lajurni), memberikan tanggapan terkait proyek pembangunan gerbang wisata Kendari-Toronipa yang memakan biaya hingga Rp32,8 miliar.
Cikal bakal tanggapan tersebut Berdasarkan hasil investigasi mereka yang berkesimpulan proyek tersebut dianggap sudah sesuai dengan standar dalam pelaksanaannya.
Kata ketua AMM, Uter, bahwa setelah video tentang gerbang tersebut beredar luas, pihaknya segera melakukan investigasi di lapangan.
Dari hasil tinjauan dan data yang ada, dia menyimpulkan bahwa proyek ini sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Kami kroscek langsung kelokasi dan semua sesuai spesifikasinya entah itu bahan-bahan yang digunakan dalam pembangunan telah diuji di laboratorium dan dinyatakan layak,” jelas Uter.
Disamping itu, Ketua Gempa Sultra, Muhamad Farnadi, juga menyatakan bahwa bahan yang digunakan, seperti rangka baja, sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Dia menegaskan bahwa peninjauan beberapa hari sebelumnya menunjukkan bahwa spesifikasi material sesuai dengan yang dianggarkan.
Semnatara Didit, Ketua Lajurni, menghimbau masyarakat Sulawesi Tenggara untuk sadar secara bersama menjaga bangunan gerbang tersebut.
Pasalnya, kata dia, gerbang Kendari-Toronipa merupakan salah satu ikon penting di daerah tersebut dan harus dijaga dari potensi perusakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Gerbang itu adalah ikon kota yang kehadirannya bisa menjadi spot tempat berfoto ataupun menjadi destinasi wisata masyarakat,” ujarnya menandaskan.





