KOLAKA, AKSAKATASULTRA.ID
Budayawan muda Irfan Konggoasa, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Organisasi Masyarakat Adat Tolaki (Panglima Kapita Tamalaki) sekaligus salah satu Dewan Pendiri Forum Masyarakat Adat Konawe dan Mekongga (Formakom), menyatakan kesiapannya untuk ikut dalam proses pencalonan Raja (Bokeo) Mekongga.
Konggoasa ” Bukan Sekedar Nama ” Nama ini memiliki makna dan sejarah besar bagi masyarakat Tolaki Mekongga.
Beliau adalah keturunan langsung dari Raja Latambaga dan Konggoasa, Dua Sosok Besar Dalam Sejarah Kerajaan Mekongga.
Darah Kepemimpinan, Keberanian dan Nilai-Nilai luhur warisan leluhur mengalir dalam dirinya.
Menjadi simbol semangat generasi muda Tolaki untuk menjaga Marwah adat , budaya dan Kehormatan leluhur.
Sebagai tokoh adat muda yang aktif memperjuangkan pelestarian budaya Tolaki Mekongga, Irfan menegaskan bahwa lembaga kerajaan merupakan wadah penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai luhur leluhur. Baginya, keberadaan kerajaan tidak hanya bernilai simbolik, tetapi juga menjadi pusat penguatan identitas dan harmoni sosial masyarakat adat di tengah tantangan zaman modern.
“Sebagai bagian dari generasi muda Tolaki Mekongga, saya merasa terpanggil untuk ikut menjaga dan melestarikan adat istiadat. Kerajaan Mekongga adalah rumah besar yang harus dirawat bersama demi masa depan budaya kita,” ujar Irfan.
Menariknya, menurut para pelaku adat dan budayawan Tolaki Mekongga, sosok Irfan Konggoasa dinilai sudah pas dan cocok untuk menduduki posisi sebagai Bokeo Mekongga, karena dianggap telah memenuhi standarisasi dan ketentuan adat istiadat yang berlaku. Kepemimpinan dan kiprahnya dalam berbagai kegiatan adat dinilai mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal serta semangat pengabdian bagi masyarakat.
Irfan sendiri menegaskan kesiapannya untuk mengikuti seluruh tahapan dan aturan adat dalam proses pencalonan. Ia juga mengajak seluruh tokoh adat, budayawan, dan generasi muda Sulawesi Tenggara, khususnya di wilayah Mekongga, untuk bersatu menjaga keluhuran adat dan mendukung proses ini dengan semangat kebersamaan.
Lembaga Adat Mekongga yang adalah wadah utama dalam pelestarian adat & budaya Tolaki Mekongga , Warisan Sangia Larumbalangi ( Raja Pertama) Leluhur Kerajaan Mekongga yang telah eksis sejak Abad 13.
Langkah Irfan Konggoasa diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan adat dan budaya Mekongga, serta memperkuat posisi masyarakat Tolaki Mekongga sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Nusantara.





