Soroti Prioritas Anggaran, Wakil Ketua 3 DPM FKIP UHO Kritik Pembangunan Gerbang Kampus Rp7,4 Miliar

KENDARI, AKSAKATA SULTRA.ID


Pembangunan gerbang baru di Universitas Halu Oleo (UHO) yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp7,4 miliar menuai kritik keras dari kalangan mahasiswa. Sabarudin, Wakil Ketua 3 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO, menilai langkah tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap kebutuhan mendasar mahasiswa, yakni sarana dan prasarana perkuliahan yang layak.

​Sabarudin menyatakan bahwa kebijakan alokasi dana tersebut sangat tidak relevan dengan kondisi faktual di lapangan. Menurutnya, masih banyak gedung perkuliahan di lingkungan kampus UHO yang kondisinya memprihatinkan, bahkan belum pernah mendapatkan renovasi berarti dalam waktu yang lama.

​”Kami sangat menyayangkan prioritas anggaran yang dikeluarkan pihak universitas. Pembangunan gerbang senilai Rp7,4 miliar ini terkesan hanya mengejar estetika semata, sementara kondisi ruang kelas banyak yang tidak layak. Mahasiswa butuh kenyamanan belajar, bukan sekadar gerbang yang megah,” ujar Sabarudin dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

​Sabarudin menambahkan bahwa esensi dari sebuah institusi pendidikan adalah kualitas pelayanan akademik dan fasilitas pendukung proses belajar-mengajar. Ia mencatat bahwa di berbagai titik, ruang perkuliahan masih minim perbaikan, baik dari segi infrastruktur bangunan, pendingin ruangan, maupun sarana pendukung lainnya.

​”Jika dana Rp7,4 miliar itu dialokasikan untuk renovasi gedung perkuliahan, tentu dampaknya akan sangat dirasakan langsung oleh ribuan mahasiswa untuk menunjang prestasi akademik. Kebijakan ini mencederai rasa keadilan bagi mahasiswa yang membayar UKT untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai,” tegasnya.

​DPM FKIP UHO mendesak pihak Rektorat untuk lebih transparan terkait urgensi pembangunan gerbang tersebut serta menuntut adanya evaluasi besar-besaran terhadap rencana anggaran biaya (RAB) infrastruktur di masa depan agar lebih fokus pada perbaikan fasilitas internal kampus yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan mahasiswa.

​Pihak DPM FKIP UHO menyatakan akan terus mengawal isu ini dan tidak menutup kemungkinan akan melakukan langkah audiensi lebih lanjut guna meminta klarifikasi resmi dari pihak rektorat terkait kebijakan tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *