Gelar Aksi Unjuk Rasa, Mahasiswa UHO Tolak Hasil Pemilihan Rektor 

KENDARI, AKSAKATASULTRA.ID


Dinilai penuh kecurangan dan cawe-cawe birokrasi Universitas Halu Oleo (UHO) sehingga merusak nama besar Perguruan Tinggi.


 

Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan unjuk rasa aksi protes menolak hasil pemilihan Rektor UHO yang dianggap tidak transparan dan sarat pelanggaran.

Pemilihan Rektor kali ini, kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO, Ferli Muhamad Nur yang juga selaku Jenderal Lapangan aksi menilai penuh kecurangan dan campur tangan birokrasi kampus sehingga merusak marwah perguruan tinggi.

Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menyatakan bahwa proses pemilihan Rektor UHO tidak adil dan demokratis, sehingga mereka menuntut agar Mendikbudristek meninjau ulang proses tersebut.

Mereka menganggap bahwa proses pemilihan Rektor UHO penuh dengan pelanggaran dan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Pemilihan Rektor UHO harus dilakukan dengan transparan dan adil. Kami tidak akan menerima hasil pemilihan yang tidak sesuai dengan prosedur,” kata dia.

Aksi protes tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa UHO yang membawa spanduk dan poster bertuliskan “KELUARGA BESAR MAHASISWA UNIVERSITAS HALU OLEO (KBM UHO) MENGGUGAT TOLAK HASIL PEMILIHAN REKTOR UNIVERSITAS HALU OLEO MENTERI TINJAU ULANG PROSES PILREK”

Tak kalah penting, tambah dia, Aksi tersebut juga menolak pelantikan Rektor UHO yang dijadwalkan pada tanggal 2 Juli 2025.

“Kami menganggap ketika ingin pemimpin yang bersih dan visioner maka harus lahir dari proses yang sesuai regulasi dan tidak cacat etika demokrasi,” tutur Ferli.

Sehingga, mereka menuntut agar pihak universitas dan pemerintah mendengarkan aspirasi mereka dan meninjau ulang proses pemilihan Rektor UHO.

“Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan terus melakukan aksi protes sampai pihak universitas dan pemerintah mendengarkan aspirasi kami,” tambahnya.

Terpantau aksi protes tersebut berlangsung damai dan tertib, dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.

KBM pun berharap agar pihak universitas dan pemerintah dapat mendengarkan aspirasi mereka dan meninjau ulang proses pemilihan Rektor UHO.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *