AMPI Sultra Dukung Digitalisasi KTA, Soroti Percepatan SK Daerah: “Instruksi Bahlil Harus Dijalankan Serius”

KENDARI, AKSAKATASULTRA.ID


Menyambut era baru organisasi kepemudaan, Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD I AMPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan dukungan penuh terhadap program digitalisasi Kartu Tanda Anggota (KTA) AMPI yang menargetkan satu juta anggota se-Indonesia.

Khalid Al Hadring Smith, Sekretaris DPD I AMPI Sultra, menyebut program digitalisasi ini bukan sekedar kebutuhan teknis, melainkan langkah strategis untuk membangun kekuatan pemuda yang terdata, terorganisir, dan siap berkontribusi dalam politik kebangsaan.

“KTA digital ini adalah pintu masuk konsolidasi yang sesungguhnya. Bukan hanya soal kartu, ini soal identitas dan militansi kader,” tegas Ismith saat ditemui di Kendari, pasca rapat persiapan pelaksanaan Musda DPD 1 Partai Golkar Sultra, Minggu (25/5).

Pernyataan ini disampaikan menjelang soft launching AMPI Media Center yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei 2025.

Media center tersebut diproyeksikan menjadi pusat informasi, komunikasi, dan kolaborasi digital antar kader AMPI di seluruh tanah air.

Namun, Ismith tak menampik bahwa digitalisasi tanpa konsolidasi di tingkat bawah akan sia-sia. Karena itu, ia mendesak percepatan terbitnya Surat Keputusan (SK) bagi kepengurusan daerah yang telah melaksanakan musyawarah daerah (musda) AMPI.

“Sudah waktunya kita tinggalkan cara-cara lama yang lamban dan birokratis. Daerah yang sudah musda, harus segera disahkan SK-nya. Jangan sampai semangat kader di bawah justru padam karena pusat lamban bergerak,” ujarnya.

Dorongan ini, kata Ismith, sepenuhnya sejalan dengan instruksi Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Dewan Pembina DPP AMPI, Bahlil Lahadalia, dalam acara Rakernas, Rapimnas, dan Halal Bi Halal DPP AMPI pada 1 Mei 2025 lalu.

Dalam pidatonya, Bahlil secara tegas menyerukan percepatan konsolidasi organisasi hingga ke pelosok. “Kalau AMPI ingin menjadi kekuatan pemuda masa depan, jangan terjebak hanya di Pusat. Hidupkan AMPI di daerah, konsolidasikan dari bawah,” tegas Bahlil saat itu.

Ismith menegaskan, AMPI Sultra siap menjadi garda depan dalam menjalankan instruksi tersebut. Ia memastikan bahwa DPD I AMPI Sultra terus bergerak mendorong pembentukan dan pengaktifan kepengurusan di 17 kabupaten/kota.

“Ini era baru. Kalau kita tidak siap berubah, kita akan ditinggalkan zaman. Digitalisasi KTA, percepatan SK, konsolidasi daerah—itu bukan slogan, itu kerja nyata,” tutupnya.

DPD I AMPI Sultra berharap, peluncuran media center nanti menjadi momentum kebangkitan baru organisasi pemuda, bukan hanya di Pusat, tetapi juga di seluruh Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *