KENDARI, AKSAKATASULTRA.ID
Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan publik di sektor penyediaan air minum.
Salah satu terobosan terbaru yang diluncurkan adalah aplikasi digital “Klinik AMA (Air Minum Aman)”, yang diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi di Hotel Plaza Inn Kendari pada 22 September 2025.
Aplikasi Klinik AMA dikembangkan oleh Indrayati Bulo, ST., MT., Kepala Seksi Pengembangan SPAM dan PLP, sebagai bagian dari Aksi Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara.
Menurut Indrayati, aplikasi ini hadir untuk menjawab kebutuhan akan data dan konsultasi yang cepat, terintegrasi, dan mudah diakses di bidang air minum.
“Klinik AMA kami rancang untuk mempermudah koordinasi dan pemantauan infrastruktur air minum di daerah. Melalui aplikasi ini, pemerintah kabupaten/kota maupun konsultan perencana dapat berkonsultasi langsung secara online terkait perencanaan SPAM,” jelasnya.
Ia menjelaskan, aplikasi Klinik AMA memiliki tiga fitur utama:
1. Peta sebaran infrastruktur SPAM, yang menampilkan lokasi dan kondisi jaringan air minum di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
2. Data capaian layanan air minum aman dan layak, yang memuat persentase masyarakat yang sudah terlayani di tiap kabupaten dan kecamatan.
3. Fitur konsultasi daring, yang berfungsi sebagai forum interaktif antara pemerintah daerah, konsultan, dan Dinas Cipta Karya untuk berdiskusi terkait standar, juknis, maupun tata cara penyusunan perencanaan SPAM.
Indrayati menambahkan bahwa aplikasi ini tidak hanya sekadar alat pemantau, tetapi juga wadah pembelajaran dan kolaborasi antarinstansi.
“Melalui Klinik AMA, semua pihak dapat saling berbagi informasi dan solusi. Kami ingin memastikan perencanaan dan pengelolaan sistem air minum di daerah berjalan sesuai standar dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dari dokumentasi kegiatan, tampak para peserta antusias mengikuti sosialisasi. Mereka diberikan arahan teknis tentang cara mengakses aplikasi, membaca peta digital, dan menggunakan fitur diskusi daring.
Beberapa peserta bahkan langsung mencoba fitur konsultasi secara langsung melalui perangkat laptop.
Salah satu peserta dari perwakilan kabupaten menyambut positif inovasi ini.
“Selama ini koordinasi soal data dan konsultasi teknis sering terkendala jarak. Dengan aplikasi Klinik AMA, kami bisa langsung berkomunikasi dan mendapatkan arahan teknis tanpa harus datang ke provinsi,” ungkap salah satu peserta sosialisasi.
Aplikasi Klinik AMA diharapkan dapat menjadi model pelayanan digital di sektor air minum yang efisien, transparan, dan berbasis data spasial.
“Klinik AMA adalah bagian dari transformasi digital di Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang. Kami ingin pelayanan publik tidak hanya cepat, tapi juga akurat dan dapat diakses kapan saja,” tutup Indrayati.
Dengan peluncuran aplikasi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya dalam mendukung pelayanan infrastruktur dasar yang inklusif dan berbasis inovasi teknologi, sejalan dengan agenda reformasi birokrasi dan transformasi digital nasional.





